Video Mesum Kembali Coreng Dunia Pendidikan

Guru dan Murid Main Seks di Banyuwangi

Wajah institusi pendidikan kembali tercoreng. Pasalnya, sejak Selasa (15/7) sebuah rekaman video mesum antara guru dan muridnya beredar luas di Banyuwangi. Sungguh sebuah berita yang miris dan menghebohkan. Guru yang seharusnya mendidik muridnya dengan baik justru malah mengajari perbuatan tak senonoh.

Polisi pun akhirnya melakukan penyelidikan dan menetapkan pelaku dalam video itu sebagai tersangka pada Rabu (16/7). Hal tersebut diamini oleh Wakapolres Banyuwangi Kompol Harjo Maryono. Menurutnya, tersangka kasus ini adalah guru bernama Sd yang sehari-hari mengajar Akuntansi di SMA negeri di Banyuwangi.

Rekaman video yang dibuat setahun lalu itu memperlihatkan adegan laki-laki dan perempuan berhubungan badan di sebuah kamar. Diduga, adegan direkam sendiri oleh salah satu pelaku karena ada sebagian adegan menunjukkan pelaku meletakkan handycam di sebuah meja sebelum mereka berhubungan seksual.

Sementara itu, Sd yang ditemui wartawan di sekolah sebelum diperiksa polisi membantah pria dalam rekaman video mesum itu adalah dirinya. Menurut dia, video itu hasil rekayasa untuk memfitnah dirinya. “Saya ini seorang guru, mana mungkin berbuat asusila. Tidak pantaslah perbuatan itu dilakukan seorang guru,” kilah Sd.

Tapi pengakuan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Banyuwangi Catur Pamarto mengakui bahwa laki-laki dalam video berdurasi 3,38 menit tersebut adalah Sd. “Kepala sekolahnya sudah mengakui kepada kami,” tandas Catur, setelah memanggil kepala sekolah itu ke kantornya, Rabu (16/7).

Diduga Cabuli Beberapa Murid

Setelah pihak Polres melakukan pemeriksaan terhadap Sd berhasil ditelusuri seseorang yang diduga pernah melakuan seks dengan Sd yakni Dt. Gilanya, ternyata Dt bukanlah perempuan yang melakukan perbuatan mesum bersama Dt di video itu. Namun, Dt mengaku telah dicabuli Sd sejak kelas II SMA, sekolah tempat Sd mengajar.

Dan kelakuan bejat sang guru semakin diperparah dengan pengakuan Dt. Menurut Kompol Harjo, Dt diancam kalau tidak melayani, Sd akan memberi nilai jelek. Sebagai catatan, tahun ini Dt tidak lulus SMA karena nilai rata-rata ujian nasionalnya hanya 4,00.

Ulah bejat sang guru semakin terkuak ketika hasil penyelidikan polisi lantas memastikan bahwa perempuan yang melakukan hubungan intim dengan Sd dalam video itu adalah Li.

Seperti diungkap Kompol Harjo, Li dulunya adalah siswi Sd dan kini tinggal di Gilimanuk, Bali.

Seperti yang diketahui, Li adalah orang yang merekam adegan di video memakai handycam kemudian disebarkan ke beberapa temannya sehingga akhirnya sampai ke tangan para siswa Sd. Rekaman tersebut dibuat setahun lalu.

Seperti dilansir dari Kompas, belum dapat dipastikan berapa banyak siswi maupun eks siswi yang menjadi korban Sd. Polisi menemukan banyak klip video dan gambar porno di telepon seluler Sd. (*)

sumber:kota subang.wordpress.com

BY:haripitrajaya

About these ads