Siapakah Mirza Ghulan Ahmad?

Dia lahir pada tahun 1839 di India, tepatnya di kampung Qodian, wilayah Punjab. Dan meninggal di usia 69 tahun tepatnya pada tahun 1908. Dia lahir dari sebuah keluarga yang agak kurang baik di mata rakyat India, bahkan dikenal sebagai keluarga pengkhinat bangsa atas penjajahan Inggris. Latar belakang kisah berdirinya paham sesat buatan Mirza ini memang lebih terfokus kepada proses penjajahan Inggris atas India serta tipu daya penjajah itu dalam meredam semangat jihad perlawanan atas penjajahan Inggris.

Inggris ingin memanfaatkan ketokohan Mirza untuk dijadikan salah satu kaki tangan penjajah dalam rangka mengendorkan semangat perlawanan bangsa India muslim dalam mengusir penjajah. Maka diantara doktrin utama saat itu adalah menafikan perintah jihad. Juga mendoktrinkan bahwa tuhan itu adalah orang Inggris dan berfirman dalam bahasa Inggris.

Lalu dengan diback-up oleh beragam fasilitas penjajah, ajakan sesat Mirza ini dianggap efektif untuk meredam jihad. Sehingga pada periode berikutnya, Mirza semakin membabi buta dalam rangka mengobrak-abrik isi aqidah Islam, sebagaimana yang sudah kami sebutkan di atas. Maka dari hanya sekedar meredam jihad, paham sesat Mirza ini berkembang sampai dia mengatakan bahwa dirinya adalah nabi, bahkan nabi yang paling besar. Selanjutnya dia pun pernah menyebutkan bahwa dirinya adalah anak tuhan. Nauzu billahi min zalik.

Tentu saja para ulama di India marah besar terhadap ajaran sesat Mirza. Apalagi kita tahu bahwa India juga gudang para ulama besar dunia. Mereka pun sepakat untuk menyatakan bahwa Mirza dengan segala ajarannya itu sudah bukan muslim lagi alias kafir. Salah seorang ulama India, Syeikh Abul Wafa’ yang juga pemimpin Jamaah Ahlul Hadits pernah mendebatnya, menjatuhkan semua hujjahnya dan membuka kedoknya. Namun ketika Mirza tidak bergeming dari pendirian sesatnya, beliau pun menantangnya bermubahalah (saling berumpah agar Allah menjatuh laknat kepada lawannya). Dan hanya berselang beberapa hari setelah mubahalah itu, Mirza pun meninggal dunia.

3. Salah satu kepastian bahwa ajaran Mirza ini kufur dari Islam adalah ketika mereka mengaku memiliki kiab suci sendiri selain Al-Qur’an yang kita kenal sekarang ini. Mengingkari Al-Qur’an Al-Kariem sebagai satu-satunya kitab suci sudah cukup untuk mengeluarkan seseorang dari pemeluk agama Islam.

4. Mendiamkan saja ajaran sesat seperti ini berarti sama saja mendiamkan kezhaliman dan kemunkaran. Adalah menjadi kewajiban semua umat Islam untuk menghadang laju penyebaran ajaran sesat yang mendompleng agama Islam. Masyarat muslim dan juga non muslim harus mendapatkan informasi sejelas-jelasnya bahwa ajaran ini bukan ajaran Islam, bahkan bila ada seorang muslim yang ikut dan meyakini ajaran seperti ini, dia bisa keluar dari agama Islam.

Sejarah AHMADIYAH

Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada pada tahun 1889 M/1306 H,
yang dengan sengaja gerakan Jemaat Ahmadiyah ini disokong oleh pemerintah
kolonial Inggris di India. Tujuannya adalah untuk menjauhkan kaum muslimin
dari agama Islam dari kewajiban jihad, sehingga tidak lagi melakukan
perlawanan terhadap penjajahan Inggris dengan nama Islam. Corong gerakan ini
adalah "majalah al-Adyan" yang diterbitkan dalam bahasa Inggris. Walaupun
menurut Ahmadiyah sendiri bahwa didirikannya Jemaat Ahmadiyah ini
dilatarbelakangi oleh keadaan dunia menjelang lahirnya Ahmadiyah diliputi
oleh berbagai keburukan, immoralitas, dan mementingkan urusan duniawi
daripada mementingkan urusan akhirat. Selain itu pula karena di dunia ini
pada waktu itu tidak ada yang dapat merepresentasikan sebagai Jemaat Islam.
Dengan Tujuan memperbaiki kehidupan agama umat Islam dan mempersatukannya,
yang didasarkan pada wahyu yang diterimanya, yaitu untuk menghidupkan agama
dan menegakkan Syari'at Islam.   

Mirza Ghulam Ahmad nama sebenarnya adalah Ghulam Ahmad bin Mirza Ghulam
Murtadha, hidup pada tahun 1835 - 1908 M.  Dia  dilahirkan  di desa Qadian,
di wilayah Punjab,  India  pada tanggal 15 Februari 1835  M/14 Syawal 1250
H.  Dia tumbuh di keluarga yang terkenal suka khianat kepada agama dan
negara. Begitulah dia tumbuh, mengabdi kepada penjajahan dan senantiasa
mentaatinya. Ketika dia mengangkat dirinya menjadi nabi, kaum muslimin
bergabung dan menyibukkan diri dengannya sehingga mengalihkan perhatian dari
jihad melawan penjajahan Inggris. Namun Ghulam Ahmad mengaku berasal dari
orang - orang terhormat keturunan Persia dan keturunan Fatimah dari ahlul
bait nabawi.
Pemerintah Inggris banyak berbuat baik kepada mereka. Sehingga dia dan
pengikutnya pun memperlihatkan loyalitas kepada pemerintah Inggris. Muhammad
Ali telah menulis terjemah Al-Qur'an dengan perubahan transkripnya ke dalam
bahasa Inggris. Tulisannya yang lain, "Haqiqat al-Ikhtilaf an-Nubuwwah fi
al-Islam" dan "ad-Din al-Islami".
Khawajah Kamaluddin menulis kitab yang berjudul "Matsal al-A`la fi
al-Anbiya"' serta kitab-kitab lain. Jamaah Ahmadiyah Lahore ini berpandangan
bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah seorang mujadid. Tetapi yang berpandangan
seperti ini dan yang tidak, mereka sama saja saling mengadopsi satu sama
lain. Muhammad Shadiq, mufti kelompok Ahmadiyah. Di antara tulisannya
berjudul, "Khatam an-Nabiyyin". Basyir Ahmad bin Ghulam, pemimpin pengganti
kedua setelah Mirza Ghulam Ahmad. Di antara tulisannya berjudul "Anwar
al-Khilafah", "Tuhfat al-Muluk", "Haqiqat an-Nubuwwah". Dzhafrillah Khan,
Menteri Luar Negeri Pakistan. Dia memiliki andil besar dalam menolong
kelompok sesat ini, dengan memberikan tempat luas di daerah Punjab sebagai
markas besar Ahmadiyah sedunia, dengan nama Robwah Isti'aroh (tanah tinggi
yang datar) yang diadopsi dari ayat al-Qur'an.
Di antara yang melawan dakwah Mirza Ghulam adalah Syaikh Abul Wafa', seorang
pemimpin Jam'iyyah Ahlul Hadits di India. Beliau mendebat dan mematahkan
hujjah Mirza Ghulam Ahmad, menyingkap keburukan yang disembunyikannya,
kekufuran serta penyimpangan pengakuannya.
Pada awalnya Mirza Ghulam berdakwah sebagaimana para dai Islam yang lain,
sehingga berkumpul di sekelilingnya orang-orang yang mendukungnya.
Selanjutnya dia mengklaim bahwa dirinya adalah seorang mujaddid (pembaharu).
Pada tahap berikutnya dia mengklaim dirinya sebagai Mahdi al-Muntazhar dan
Masih Al-Maud. Lalu setelah itu mengaku sebagai nabi dan menyatakan bahwa
kenabiannya lebih tinggi dan agung dari kenabian Nabi Muhammad SAW. Para
pengikut Ahmadiyah ini disebut dengan Jemaat Ahmadiyah atau orang - orang
Ahmadi.
Ketika Mirza Ghulam Ahmad masih juga belum kembali kepada petunjuk
kebenaran, Syaikh Abul Wafa' mengajaknya bermubahalah (berdoa bersama), agar
Allah mematikan siapa yang berdusta di antara mereka, dan yang benar tetap
hidup. Tak lama setelah bermubahalah, Mirza Ghulam Ahmad menemui ajalnya
tahun 1908 M.
Dia mati meninggalkan lebih dari 50 buku, buletin serta artikel hasil
karyanya. Di antara kitab terpenting yang dimilikinya berjudul Izalatul
Auham, I'jaz Ahmadi, Barohin Ahmadiyah, Anwarul Islam, I'jazul Masih,
At-Tabligh dan Tajliat Ilahiah.
Namun selepas kematiannya, Ahmadiyah dilanjutkan oleh Khalifah I Hadhrat
Hafiz H. Hakim Nurruddin (meninggal 1914), Khalifah II Mirza Bashiruddin
Mahmud Ahmad (menjabat dari 1914 - 1965), Khalifah III Hadhrat Hafiz nasir
Ahmad (meninggal 1982), Khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad (yang
berkedudukan di London, Inggris) dan sekarang Khalifah V Hadhrat Mirza
Masroor Ahmad (tahun 2003).
Namun sepeninggal Khalifah II, Ahmadiyah terpecah jadi dua, yaitu Ahmadiyah
Qadian dan Ahmadiyah Lahore, penyebab perpecahan karena terjadinya perbedaan
pandangan, tentang kekhalifahan II Mirza Bashiruddin yang ditentang oleh
Mualvi Muhammad Ali dan Khawajah Kamaluddin, dimana mereka menghendaki
Khawajah sebagai Khalifah II, namun karena kalah akhirnya mereka memisahkan
diri dan berpindah ke Lahore, dengan memberi nama kelompok Anjuman Ishaat
Islam. Namun di sisi lain menurut Ahmadiyah Lahore bahwa pemisahan ini
terjadi karena perbedaan pemahaman tentang Mirza Ghulam Ahmad, kelompok
Lahore tidak mengaku Mirza Ahmad sebagai nabi tapi sebagai Pembaharu. Namun
prinsip dasarn pemahaman dan aqidahnya tetap saja sama antara Qadiani dan
Lahore.
Penganut aliran Ahmadiyah kebanyakan hidup di India dan Pakistan dan
sebagian kecilnya di Israel dan wilayah Arab. Mereka senantiasa membantu
penjajah agar dapat membentuk / membangun sebuah markas di setiap negara di
mana mereka ada.
Ahmadiyah memiliki pekerjaan besar di Afrika dan pada sebagian negara-negara
Barat. Di Afrika saja mereka beranggotakan kurang lebih 5 ribu mursyid dan
dai yang khusus merekrut manusia kepada kelompok Ahmadiyah. Dan aktifitas
mereka secara luas memperjelas bantuan/dukungan mereka terhadap penjajahan.
Keadaan kelompok Ahmadiyah yang sedemikian, ditambah perlakuan pemerintahan
Inggris yang memanjakan mereka, memudahkan para pengikut kelompok ini
bekerja menjadi pegawai di berbagai instansi pemerintahan di berbagai
negara, di perusahaan-perusahaan dan persekutuan-persekutuan dagang. Dari
hasil kerja mereka itu dikumpulkanlah sejumlah dana untuk membiayai dinas
rahasia yang mereka miliki.
Dalam menjalankan misi, mereka merekrut orang -orang dengan segala cara,
khususnya denga propaganda media massa. Mereka orang-orang yang berwawasan
dan banyak memiliki orang pintar, insinyur dan dokter. Di Inggris terdapat
pemancar dengan nama "TV Islami" yang dikelola oleh penganut kelompok
Ahmadiyah ini.
Sekarang Ahmadiyah tersebar di 174 negara, dengan keanggotaan seluruhnya
lebih dari 150 juta anggota.  Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1935
dan kini telah memiliki 200 cabang, terutama di wilayah Jakarta, Jawa Barat,
Jawa tengah, Sumatrea Barat, Palembang, bengkulu, Bali, NTB dan di kota -
kota lainnya. Namun sebelumnya sudah masuk adalah Ahmadiyah Lahore tahun
1922, yang kemudian datang mubaligh Ahmadiyah bernama Maulana Rahmat Ali
pada tahun 1925.  Walaupun sudah digugat oleh seluruh Ormas Islam Pusat
melalui MUI pusat, tapi Pemerintah dalam hal ini Kejaksaaan Agung belum
menyatakan dilarang, padahal sudah cukup jelas kesesatannya. Dalam
penyebarannya di Indonesia, Ahmadiyah didukung oleh dana yang sangat besar,
tidak kurang 60 juta untuk menggaji pegawainya.
Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) berdiri pada tahun 1925, sedangkan Gerakan
Ahmadiyah Lahore Indonesia (GAI) berdiri pada tahun 1929, diketuai oleh R.
Ng. H. Minhadjurrahman Djojosugito, yang berkedudukan di Yogyakarta.
Mereka juga memiliki TI (Teknologi Informasi) yang yang sangat canggih dalam
menda'wahkan ajarannya di seluruh dunia, bahkan mereka memiliki jaringan
internet di setiap daerah, di bawah kendali PB. JAI (Pedoman Besar Jemaat
Ahmadiyah Indonesia).
Namun karena kesesatannya dan meresahkan umat, beberapa negara seperti
Malaysia, beberapa negara Arab termasuk Indonesia menolak firqah Ahmadiyah
ini, yang kemudian keluar rekomendasi dan bayan dari Rabithah 'Alam Islamy
tentang  Pemikiran Ahmadiyah.

Aqidah dan Pemikiran
1.      Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya sebagai Nabi dan Rasul utusan
Tuhan, barang siapa yang tidak mempercayainya maka dia telah murtad/kafir.
2.      Meyakini bahwa Mirza Ghulam adalah al-masih  yang dijanjikan.
3.      Dia mengaku menerima wahyu yang diturunkan di India, kemudian wahyu
itu dikumpulkan menjadi sebuah Kitab Suci yang disebut dengan Kitab Suci
Tadzkirah.
4.      Kitab Suci Tadzkirah sama sucinya dengan Kitab Suci Al Quran.
5.      Ahmadiyah memiliki tempat suci sendiri yaitu kota Qadiani dan Rabwah
di India.
6.      Ahmadiyah memiliki almanak tersendiri nama tahunnya adalah  Hijri
Syamsi (HS) dengan nama bulan ; Suluh, Tabligh, Aman, Syahadah, Hijrah,
Ihsan, Wafa, Zuhur, Tabuk, ikha', Nubuwah dan Fatah.  Penggunaan Almanak ini
atas perintah Khalifah Ahmadiyah II, Khlifah Basyiruddin Mahmud Ahmad.
7.      Meyakini bahwa Allah berpuasa dan melaksanakan shalat; tidur dan
mendengkur; menulis dan menyetempel; melakukan kesalahan dan berjimak. Maha
tinggi Allah setinggi-tingginya dari apa yang mereka yakini.
8.      Berkeyakinan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Mirza Ghulam Ahmad,
dan memberikan wahyu dengan diilhamkan sebagaimana al-Qur'an.
9.      Menghilangkan aqidah/syariat jihad dan memerintahkan untuk mentaati
pemerintah Inggris, karena menurut pemahaman mereka pemerintah Inggris
adalah waliul amri (pemerintah Islam) sebagaimana tuntunan Al-Qur'an
(Pemahaman ini lahir saat India dijajah Inggris)
10.     Seluruh orang Islam menurut mereka kafir sampai mau bergabung dengan
Ahmadiyah. Seperti bila ada laki-laki atau perempuan dari golongan Ahmadiyah
yang menikah dengan selain pengikut Ahmadiyah, maka dia kafir, tapi jika
laki - lakinya Ahmadiyah, perempuannya lain maka ditolerir.
11.     Mereka meyakini bahwa kenabian tidak ditutup dengan diutusnya Nabi
Muhammad akan tetapi terus ada. Allah mengutus rasul sewaktu-waktu jika
dibutuhkan. Dan Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling utama dari para
nabi yang lain.
12.     Mereka mengatakan bahwa tidak ada al-Qur'an selain apa yang dibawa
oleh Mirza Ghulam Ahmad. Dan tidak ada al-Hadits selain apa yang disampaikan
di dalam majelis Mirza Ghulam. Serta tidak ada nabi melainkan berada di
bawah pengaturan Mirza Ghulam Ahmad.
13.     Meyakini bahwa kitab suci mereka diturunkan (dari langit), bernama
`Al-Kitab al-Mubin', bukan al-Qur'an al-Karim yang ada di tangan kaum
muslimin.
14.     Mereka meyakini bahwa al-Qadian (tempat awal gerakan ini) sama
dengan Madinah al-Munawarrah dan Mekkah al-Mukarramah; bahkan lebih utama
dari kedua tempat suci itu, dan suci tanahnya serta merupakan kiblat mereka
dan ke sanalah mereka berhaji.
15.     Meniadakan berhaji ke Mekkah dan menggantinya dengan berhaji ke
Qadian.
16.     Penyerupaan yang dilakukannya terhadap Allah dengan manusia.
17.     Kepercayaannya terhadap keyakinan tanasukh (menitisnya ruh) dan
hulul (bersatunya manusia dengan tuhan).
18.     Penisbatannya bahwa Allah memiliki anak, serta klaimnya bahwa dia
adalah anak tuhan.
Demikian nyata kesesatan dari Jemaat Ahmadiyah, seperti yang tertera di
atas, namun tidak sedikit umat yang tertipu dan terpukau oleh lisan - lisan
mereka, padahal mereka bermaksud untuk mematikan cahaya agama Allah dan
mengembalikan umat manusia kepada kekafiran. Kesesatan Ahmadiyah ini pernah
dibongkar oleh Ahmad Hariadi, mantan mubaligh Ahmadiyah yang sadar akan
kesesatannya, sehingga Ahmad Hariadi menantang Mubahallah (yang isinya jika
dalam satu tahun salah satu meninggal, maka itu menunjukan kebenarannya)
kepada Khalifah IV Ahmadiyah, bahwa jika Ahmad Hariadi benar dalam
mubahallah ini, maka Khalifah dan seluruh anggota Ahmadiyah akan kembali
kepada ajaran Islam yang benar dan membubarkan Ahmadiyah di seluruh dunia.
Namun janji ini tidak dipenuhinya

Para Tokoh dan Pendukung
Mirza Ghulam Ahmad, Muhammad Ali, Khaujah Kamaluddin, Amir Ahmadiyah (di
Labor), Khalifah I Hadhrat Hafiz H. Hakim Nurruddin (meninggal 1914),
Khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (menjabat dari 1914 - 1965),
Khalifah III Hadhrat Hafiz nasir Ahmad (meninggal 1982), Khalifah IV Hadhrat
Mirza Taher Ahmad.
Tokoh di Indonesia : H. M. Ahmad Cheema (Amir/Raissutabligh), Syarief Ahmad
Lubis, MSc (Ketua JAI), Syafii Rajo Batuah, Dr. Dahlan, Hanafi SM, Gunawan
Jaya Prawira, Ir. Atung Kontawa, Liyus Ma'ala, Adang Sukendar, Ir. Qoyyum,
Ir. Pipit Sumantri, M. Syarif Lubis, R.Ng.H.Minhadjurrahman Djojosugito,
K.H. A. Sya'rani, Muhammad Husni, R. Soedewo, Muhammad Irsyad, Muhammad
Sabitun, Muhammad Kafi, Muhammad Idris L. Latjuba, K.H. Abdurrahman, S.
Hardjo Subroto, R. Supratolo, Kyai, Ma'ruf (Purwokerto), K.H.Sya'rani
(Purbolonggo), K.H.Abdurrahman (Pliken), R.g.Muhammad Kusban (Surakarta),
Djohan Effendi,
FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA
Tentang
AHMADIYAH QADIYAN

Majelis Ulama Indonesia dalam Musyawarah Nasional II tanggal 11 - 17 Rajab
1400 H./26 Mei - 1 Juni 1980 M. di Jakarta memfatwakan tentang ajaran
jama'ah Ahmadiyah sebagai berikut:
1.      Sesuai dengan data dan fakta yang diketemukan dalam 9 (sembilan)
buah buku tentang Ahmadiyah, majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa
Ahmadiyah adalah jama'ah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.
2.      Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah hendaknya Majelis Ulama
Indonesia selalu berhubungan dengan Pemerintah.
Kemudian Rapat Kerja Nasional tanggal 1 - 4 Jumadil Akhir 1404 H./4 - 7
Maret 1984 M., merekomendasikan tentang jama'ah Ahmadiyah tersebut sebagai
berikut:
1.      Bahwa Jemaat Ahmadiyah di wilayah Negara Republik Indonesia yang
berstatus sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman
RI No. JA/23/13 tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara tanggal 31-3-1953
No.26), bagi ummat Islam menimbulkan:
*       Keresahan karena isi ajarannya bertentangan dengan ajaran agama
Islam.
*       Perpecahan, khususnya dalam ubudiyah (shalat), bidang munakahat, dan
lain-lain.
*       Berbahaya bagi ketertiban dan keamanan negara.
Maka, dengan alasan-alasan tersebut dimohon kepada pihak yang berwenang
untuk meninjau kembali Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI No.JA/23/13,
tanggal 13-3-1953 (Tambahan Berita Negara No. 26, tanggal 13-3-1953).
2.  Menyerukan:
*       Agar Majelis Ulama Indonesia, Majelis Ulama Daerah Tingkat I, Daerah
Tingkat II, para Ulama, dan Da-'i di seluruh Indonesia, menjelaskan kepada
masyarakat tentang sesatnya Jema'at Ahmadiyah Qadiyan yang berada di luar
Islam.
*       Bagi mereka yang telah terlanjur mengikuti Jema'at Ahmadiyah Qadiyan
supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang benar.
*       Kepada seluruh ummat Islam supaya mempertinggi kewaspadaannya,
sehingga tidak akan terpengaruh dengan faham yang sesat itu.

Sumber Bacaan :
1.      M. Amien Djamaludin, Ahmadiyah & Pembajakan Al Quran, LPPI, Jakarta.
2.      Majalah Bulanan Media Dakwah, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia
(DDII).
3.      Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al
Kautsar.
4.      Ustadz A.D. El Marzdedeq, "Parasit Aqidah", Ibnu Ruman, Bandung.
5.      www.ahmadiyya.or.id
6.      Jama'ah Ahmadiyah Indonesia (JAI)
7.      www.swaramuslim.net
8.      www.vbaitullah.or.id
9.      Diktat Tazwidul Muballighin Persatuan Islam, Bidgar Tabligh
10.     Pikiran Rakyat
11.     www.isnet.org
12.     www.mui.or.id
13.     Majalah As Sunnah
14.     H. Mahmud Ahmad Cheema H.A, Tiga Masalah Penting, 1994, JAI (Buku
Saku Ahmadiyah)
15.     Tulisan Dr. Syed Rashid Ali, "Apakah Ia Seorang Muslim? Kepercayaan
Ghulam Ahmad"
16.     www.tokohindonesia.com

Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti [EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com