1. Memilih makanan yang bermanfaat seperti produk olahan susu, buah-buahan dan sayur-sayuran segar untuk menjaga gusi dan tulang rahang.

2. Menghindari makanan di antara ke tiga waktu makan yang utama semampunya.

3. Memperhatikan kebersihan gigi dengan baik setelah memakan makanan yang mengandung gula dan tepung serta berbagai macam juice berbeda-beda.

4. Mengurangi makanan manis-manisan dan mencuci gigi dan mulut setelah memakannya.

5. Mengunyah makanan dengan baik.

6. Ketika mengkonsumsi bahan makanan yang masam segera membersihkan gigi dan mulut.

7. Membiasakan anak-anak sejak kecil untuk mencuci dan membersihkan gigi sebelum tidur dan sesudahnya.

8. menghindari sebisa mungkin makan di luar rumah untuk memudahkan membersihkan gigi setelah mengkonsumsi makanan.

9. Terdapat beberapa makanan dan bahan-bahan yang kering yang dapat membantu membersihkan gigi, seperti tebu, wortel, jeruk dan apel.

10. Terdapat benang-benang halus yang dapat di pergunakan untuk membersihkan sela-sela yang berada di antara gigi-gigi yang sulit dibersihkan oleh sikat gigi.

11. Tidak meninggalkan jarak di antara gigi-gigi setelah salah satunya di cabut dan membiarkannya kosong tanpa adanya struktur yang menggantikannya.

12. Tidak berlebihan dalam meminum air yang mengandung soda, juice, manis-manisan, dan asam-asaman.

13. Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.Bahwa fluoride menyatu dengan lapisan luar gigi yang berfungsi melawan kerusakan.

ammah-mutia.blogspot.com

CARA-CARA PERAWATAN GIGI

Informasi Dasar Perawatan Gigi

Panduan Menggosok Gigi
Menjaga Kesehatan Gusi Anda
Menjaga Senyum Tetap Cemerlang
Mencegah Kebusukan Pada Gigi
Menjaga Gigi Di Saat Liburan
Gigi Baru Bayi Anda
Merawat Kesehatan Gigi Anak-anak Anda
Perlukah Gigi Di Foto X-Ray?

Panduan Menggosok Gigi

Menggosok gigi menyebabkan nafas segar, memperbaiki penampilan gigi Anda, dan menghilangkan plak serta sisa makanan dari permukaan gigi. Bila plak dibiarkan selama 24-48 jam, ia dapat mengeras dan menimbulkan penyakit pada gusi dan akhirnya menyebabkan gigi tanggal. Begitu plak berubah menjadi keras, maka hanya dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang dapat menghilangkannya.

Ada banyak ukuran dan bentuk sikat gigi yang tersedia di pasaran. Sikat gigi yang dapat Anda pegang dengan enak dan berbentuk sedemikan rupa sehingga mampu mencapai semua bagian dalam mulut Anda, dapat digunakan untuk menyikat gigi. Sikat yang memiliki bulu lembut adalah yang paling efektif. Bulu lembutnya dapat mencapai sela dan ruang gigi dimana plak dan sisa makanan terkumpul. Karena lembut, maka kemungkinan bulu tersebut melukai gigi dan gusi sangatlah kecil. Dengan tersedianya banyak pilihan bentuk serta ukuran sikat gigi bagi anak-anak, mereka akan terbantu untuk membiasakan diri merawat gigi dengan benar demi keuntungan seumur hidup mereka. Biasanya sikat gigi perlu diganti sekitar tiga hingga empat bulan sekali.

Pastikan Anda menyikat gigi paling tidak dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sikat secara lembut dengan gerakan-gerakan pendek dan tekanan yang cukup sehingga Anda dapat merasakan tekanan bulu pada gusi. Ujung bululah yang membersihkan gigi, jadi jangan ditekan terlalu kuat. Ingatlah untuk merubah posisi sikat dengan gerakan perlahan melewati permukaan setiap gigi.

Pegang sikat sedemikian rupa sehingga bulu sikat bersentuhan dengan permukaan gigi tepat berbatasan dengan gusi.
Gerakkan sikat dengan lembut ke depan dan ke belakang. Gunakan gerakan-gerakan pendek.
Gosok dengan lembut seluruh permukaan gigi atas dan bawah bagian luar.
Dengan menggunakan gerakan pendek ke depan dan ke belakang, sikatlah permukaan seluruh gigi bagian dalam.
Sikat permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah terutama bagian-bagian yang mungkin menyimpan sisa makanan.
Gunakan ujung sikat gigi untuk membersihkan gigi bagian depan dengan gerakan ke atas dan ke bawah.
Akhirnya, sikatlah lidah Anda untuk membuat mulut terasa bersih dan nafas segar.

Menjaga Kesehatan Gusi Anda

Anda mungkin terkejut bila mengetahui bahwa 32 juta hari kerja hilang setiap tahunnya karena masalah gigi. Salah satu penyebab utama (apalagi karena sekarang masalah gigi berlubang telah dengan mudah teratasi) adalah penyakit gusi. Ini adalah penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa. Menurut statistik, tiga dari empat orang terkena penyakit gusi, dan lebih dari separuh orang dewasa mengalami sesuatu yang berkaitan dengan itu. Ada beberapa jenis penyakit gigi, tetapi mereka semua memiliki satu hal yang sama: dapat menyebabkan rusaknya gusi dan/atau hilang tulang yang menyangga gigi.

Penyebab utama penyakit gusi adalah bakteri plak. Plak dapat diatasi dengan penyikatan setiap hari dan pembersihan (flossing) secara teratur. Bila tidak, plak akan mengeras di gigi, menjadi suatu zat yang disebut calculus. Toksin-toksin yang dihasilkan bakteri di dalam plak akan mengganggu gusi dan membunuh lapisan-lapisan yang melindunginya. Gusi akan mundur dari gigi, membentuk kantung-kantung berisi plak. Bila tidak segera diobati, tulang yang menyangga gigi akan rusak dan gigipun tanggal.

Karena penyakit gusi tidak menimbulkan rasa sakit, ini seringkali tidak dirasakan oleh mereka yang mengalaminya. Karena itulah sangat penting untuk memeriksakan gigi secara berkala. Bila diketahui di tahap awal, penyakit gusi ini dapat dengan mudah diobati. Pendeteksian ini mencakup pemeriksaan gigi berkala untuk memastikan warna dan kekuatan gusi, bagaimana masing-masing gigi berdiri dan mungkin saja pengambilan x-ray untuk mengevaluasi tulang penyangga gigi. Langkah-langkah pencegahan ini harus menjadi bagian dari setiap pemeriksaan gigi yang lengkap. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan tidak merokok juga merupakan taktik pencegahan yang baik. Pastikan Anda memiliki gigi yang sehat di masa datang. Perlakukan mereka dengan baik, sekarang.

Menjaga Senyum Tetap Cemerlang

Kunjungan ke dokter gigi secara berkala adalah hal yang baik, tetapi dokter gigi Anda hanya mampu melakukan setengah dari apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut. Untuk tujuan tersebut, Anda dan dokter gigi Anda harus bekerja sama.

Sangat mudah. Setiap orang mengetahui kegunaan merawat mulut: gigi yang lebih kuat, gusi yang lebih sehat dan tagihan dokter gigi yang lebih rendah. Selain itu bukti-bukti juga menunjukkan bahwa penyakit rongga mulut dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti sakit kepala. “Kombinasi antara makanan yang sehat dan perawatan gigi yang benar dapat membantu mempertahankan kecemerlangan senyum,” demikian Miles Hall, Direktur Nasional Kesehatan Gigi dari Kesehatan Gigi CIGNA. Hall menyarankan tip-tip berikut:

Batasi gula dan kanji. Gula menghasilkan asam yang menempel pada plak, lapisan lengket yang terbentuk pada gigi Anda, menghancurkan email gigi dan menyebabkan kerusakan. Untuk menetralkan asam ini, cobalah mengkonsumsi sedikit keju Cheddar, Monterey Jack atau Swiss, yang akan merangsang produksi air liur.
Kuatkan hati Anda! Bila Anda harus mengemil, makanlah buah segar, sayuran dan produk-produk gandum yang tidak sempurna penggilingannya (whole-grain). Hindari permen manis dan mint yang harus dikulum lama di mulut. Pastikan Anda meminum air dalam jumlah yang banyak sesudahnya untuk memecah dan menghindari serangan asam.
Gunakan pasta gigi ber-fluoride. Gosok gigi anda selama 3 menit sekurang-kurangnya dua kali sehari dan selalu sebelum tidur karena selama Anda tidur, mulut hanya memproduksi sedikit air liur yang berguna untuk menghancurkan bakteri. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan gantilah setiap tiga hingga empat bulan sekali – lebih cepat bila bulu sudah mulai rusak.
Bersihkan gigi setiap hari. Sikat gigi tidak mampu membersihkan sela-sela gigi, jadi setelah potongan kue terakhir, gunakanlah floss atau tusuk gigi khusus.
Kunjungi dokter gigi secara teratur. Jadwal kunjungan dua kali setahun kepada dokter gigi Anda akan menurunkan kadar kerusakan yang ditimbulkan oleh timbunan tartar. Identifikasi masalah kecil di tahap awal akan mencegah lubang atau penyakit gusi.
Lindungi gigi Anda. Jangan mengunyah es batu atau biji popcorn. Jangan gunakan gigi Anda sebagai alat. Hindari tembakau – ia dapat menyebabkan penyakit gusi.

Mencegah Kebusukan Pada Gigi

Kita semua adalah hasil evolusi – termasuk gigi kita. Ke enam gigi depan telah berevolusi sehingga memiliki “ujung datar” di bagian atas. Ujung ini berguna untuk merobek atau memotong makanan sehingga seringkali disebut juga sebagai gigi pemotong.

Kebalikannya, gigi bagian belakang telah berkembang dengan tujuan fungsi yang berbeda. Ujung gigi-gigi ini menyerupai miniatur bukit, lembah dan jurang yang sangat efisien dalam “menggiling” makanan.

Lembah dan jurang inilah yang menimbulkan tantangan terhadap perawatan kesehatan gigi. Mereka sangat berpotensi untuk rusak karena mereka merupakan perangkap sisa makanan, agak sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi, dan lapisan email pelindung gig di bagian ini biasanya lebih tipis. Hampir 60% lubang gigi yang terdapat pada anak-anak terjadi pada gigi belakang mereka, baik gigi susu maupun permanen.

Untuk mencegah bakteri dan sisa makanan, sebuah penutup khusus (sealant) dapat diberikan untuk melindungi permukaan gigi belakang yang digunakan untuk mengunyah sehingga menurunkan resiko kerusakan. Pemberian sealant ini merupakan prosedur sederhana dan memakan waktu singkat serta tidak memerlukan anestesi lokal.

Sebuah sealant dapat bertahan hingga 10 tahun, tapi membutuhkan pemeriksaan berkala untuk memastikan bahwa penutup tersebut tidak robek atau rusak karena pemakaian.

Anak-anak harus diberikan sealant pada gigi geraham begitu geraham mereka muncul -sebelum lubang sempat terbentuk. Geraham permanen yang pertama biasanya muncul antara usia 5-7 tahun, sedangkan geraham permanen ke dua muncul antara usia 11 dan 14 tahun. Gigi lainnya seperti geraham susu, gigi permanen lainnya selain geraham, dan beberapa gigi depan mungkin saja diberi sealant, tergantung pada berapa dalam “jurang” atau “lembah” pada giginya. Pemeriksaan sederhana oleh dokter gigi Anda dapat menunjukkan gigi mana yang membutuhkan sealant.

Mencegah kebusukan gigi di tahap dini akan menghemat pengeluaran Anda karena Anda telah menghindari keharusan untuk menambal lubang setiap gigi yang rusak. Bila berhubungan dengan sealant gigi, sedikit pencegahan sama artinya dengan sejumlah besar pengobatan.

Menjaga Gigi Di Saat Liburan

Mulai dari Lebaran sampai Perayaan Malam Tahun Baru, “liburan manis” dapat merusak gigi Anda. Bagaimana Anda dapat melindungi gigi Anda sementara menikmati semua penganan yang manis-manis? “Kombinasi makanan yang seimbang dan kebersihan gigi yang baik dapat membantu mempertahankan senyuman yang menawan,” kata Miles Hall, DDS, Direktur Nasional Kesehatan Gigi dari CIGNA Dental Companies.

Ikuti tip-tip berikut:

Batasi gula dan kanji. Gula menghasilkan asam yang menempel pada plak, lapisan lengket yang terbentuk pada gigi Anda, menghancurkan email gigi dan menyebabkan kerusakan. Untuk menetralkan asam ini, cobalah mengkonsumsi sedikit keju Cheddar, Monterey Jack atau Swiss, yang akan merangsang produksi air liur.

Kurangi cemilan. Sisa makanan di dalam lemari es sangatlah menggoda selera, karena itu kita butuh kekuatan mental. Bila Anda harus mengemil, makanlah buah segar, sayuran dan produk-produk gandum yang tidak sempurna penggilingannya (whole-grain). Hindari permen manis dan mint yang harus dikulum lama di mulut. Pastikan Anda meminum air dalam jumlah yang banyak sesudahnya untuk memecah dan menghindari serangan asam.

Gunakan pasta gigi ber-fluoride. Gosok gigi anda selama 3 menit sekurang-kurangnya dua kali sehari dan selalu sebelum tidur karena selama Anda tidur, mulut hanya memproduksi sedikit air liur yang berguna untuk menghancurkan bakteri. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan gantilah setiap tiga hingga empat bulan sekali – lebih cepat bila bulu sudah mulai rusak.
Bersihkan gigi setiap hari. Sikat gigi tidak mampu membersihkan sela-sela gigi, jadi setelah potongan kue terakhir, gunakanlah floss atau tusuk gigi khusus.

Kunjungi dokter gigi secara teratur. Jadwal kunjungan dua kali setahun kepada dokter gigi Anda akan menurunkan kadar kerusakan yang ditimbulkan oleh timbunan tartar. Identifikasi masalah kecil di tahap awal akan mencegah lubang atau penyakit gusi.

“Walaupun kita semua sibuk pada waktu liburan, sisihkan beberapa menit untuk mengingat dasar dari senyuman yang menawan,” kata Dr. Hall. “Dan berhati-hatilah terhadap makanan-makanan yang tersedia selama liburan… rajin sikat gigi, flossing dan kunjungan ke dokter gigi tidak dapat memutar balikkan keadaan yang terjadi akibat mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar gula atau kanjinya.”

Gigi Baru Bayi Anda

“Sindrom botol bayi,” juga dikenal sebagai “mulut botol bayi,” adalah suatu kondisi dimana gigi susu anak balita telah menjadi rusak. Bahkan, seringkali, gigi mereka busuk hingga ke gusi!

Ini cukup menyedihkan bagi si orang tua karena sebetulnya mereka dapat mencegah kondisi ini. Bagi si anak, ia akan merasakan sakit, terlihat buruk, dan tentu saja tidak sehat.

Sindrom botol bayi banyak terjadi pada anak-anak tanpa tergantung pada tingkat sosio-ekonomi mereka. Biang keladinya adalah gula yang terdapat dalam minuman seperti susu, sari buah dan minuman ringan, yang kadang kala diminumkan pada anak-anak pada saat menjelang tidur atau saat diganti popoknya. Oleh bakteri yang terdapat pada plak di gigi, gula ini diubah menjadi asam yang merusak. Asam ini kemudian menimbulkan kebusukan yang hebat dan menghancurkan gigi.

Jadi, untuk kepentingan bayi Anda:

Hindari makanan yang manis, atau paling tidak kurangilah. Fruktosa (gula meja), dextrosa dan sirup jagung semuanya mengandung gula yang dapat menimbulkan asam pembusuk dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan makanan non-gula lainnya.
Jangan berikan makanan pada anak-anak menjelang tidur. Bila anak Anda harus atau terbiasa memegang botolnya pada saat akan tidur, isilah dengan air ber-flourida atau gunakan dot saja.
Bersihkan mulut anak Anda menggunakan spon pembersih atau handuk bersih setiap habis makan.
Anda dapat membantu bayi anda memiliki mulut yang sehat sekaligus menenteramkan pikiran Anda!

Merawat Kesehatan Gigi Anak-anak Anda

Bila Anda memiliki anak-anak, tentunya Anda menyadari betapa pentingnya merawat gigi mereka bagi kesehatan mereka… dan biayanya bisa sangat mahal.

Sindrom botol bayi

Menurut Direktur Nasional Kesehatan Gigi dari CIGNA Dental Health, ada beberapa masalah gigi pada anak-anak yang dapat dihindari dengan beberapa langkah sederhana.

Sindrom botol bayi adalah penyebab nomor satu kerusakan ekstensif pada anak-anak di bawah umur tiga tahun, dan ini dapat dicegah.

Dalam kondisi ini, gigi bayi rusak tanpa bisa dikendalikan. Seringkali, setiap gigi dalam mulutnya terkena keadaan ini. Menidurkan bayi dengan cara memberinya sebotol cairan manis (sari buah, susu, minuman ringan) biasanya adalah penyebab utamanya. Selain air yang ber-fluorida, bayi Anda seharusnya tidak ditemani botol minumnya di tempat tidur.

Kesehatan Gigi Anak-anak

Kadang kala, anak-anak kecil membutuhkan perawatan gigi secara khusus. Dokter gigi khusus anak-anak biasanya merancang tempat praktek serta pendekatan mereka dengan tujuan membuat anak-anak merasa aman dan nyaman.

Orthodentic

Orthondentia (pelurusan gigi) bagi anak kecil dalam situasi tertentu dapat meringankan atau menghilangkan kebutuhan akan pekerjaan yang lebih kompleks di kemudian hari. Sering juga disebut “orthodontic interseptif,” perawatan ini dapat membantu gigi dewasa yang akan tumbuh untuk berada di posisi yang seharusnya.

Perlukah Gigi Di Foto X-Ray?

Sebelum para dokter gigi mampu mengembangkan kemampuan untuk melihat seperti Superman dengan pandangan x-raynya agar mampu melihat di antara gigi dan lapisan gusi, maka jawabannya adalah “Ya.”

Banyak bentuk penyakit gigi yang tidak terlihat dengan mata telanjang lepas dari pengamatan dan berakhir dengan tanggalnya gigi atau bahkan jiwa seseorang. Contohnya, lubang di pinggiran gigi, infeksi pada tulang sekitar akar gigi dan kista serta tumor pada rahang.

Jumlah dan jenis film x-ray yang dibutuhkan ditentukan menurut kondisi yang ada, seperti usia, sejarah kesehatan giginya, simtom yang dialami dan resiko penyakit gigi yang dihadapi. Pasien baru mungkin membutuhkan sejumlah pengambilan x-ray untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang area-area tersembunyi di dalam mulut; bila Anda telah menjadi langganan dokter gigi Anda, mungkin pengambilan x-ray Anda hanya akan dilakukan secara berkala. Dokter gigi Anda yang akan menentukan hal ini setelah mulut dan gigi Anda diperiksa dan kebutuhan kesehatan gigi Anda dipertimbangkan.

Banyak orang merasa takut akan kontak langsung dengan radiasi. Pengambilan film x-ray lengkap (21) mengantarkan sekitar 13 millilrem, sama dengan 16 hari kontak langsung dengan sumber-sumber radiasi natural yang ada di lingkungan kita.

Secara umum, karena tingkat kontak langsung yang rendah, kegunaan penggunaan x-ray melampaui resiko kesehatan yang mungkin terjadi. Tetapi bila Anda merasa khawatir, bicarakanlah dengan dokter gigi Anda.

Ingatlah, uang yang dikeluarkan untuk langkah pencegahan dan pemeriksaan seperti pengambilan x-ray akan menghasilkan penghematan biaya, yang mungkin akan dikeluarkan bila terjadi sesuatu kelak.

Oleh Miles Hall, DDS Direktur Nasional Kesehatan Gigi CIGNA Dental