Wanita Hamil Diperkosa Empat Pemuda

Liputan6.com, Pekanbaru: Empat pemuda terpaksa meringkuk di tahanan Kepolisian Resor Kampar, Riau. Mereka ditangkap karena tega memperkosa seorang ibu yang sedang hamil empat bulan. Kapolres Kampar, Ajun Komisaris Besar Polisi MZ Muttaqien, Sabtu (26/7), mengatakan, korban berinisial Emlt (2 8) melaporkan kejadian tersebut pada Rabu lalu.

Menurut keterangan korban, dirinya diperkosa secara bersama-sama di tepi Sungai Osang Desa Koto Tuao, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Keterangan korban juga diperkuat penuturan saksi yang juga sempat menyaksikan kejadian tersebut.

Seluruh tersangka langsung diringkus tak lama setelah proses pelaporan, yakni Salman, Zulhaili, Masrial, dan Zahari. Mereka semua adalah warga Desa Muara Takus yang tak jauh dari tempat kejadian perkara. “Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku tega memperkosa korban karena sedang di bawah pengaruh alkohol atau mabuk,” ujar Kapolres.

Akibat perbuatan tersebut, seluruh tersangka dikenakan hukum pidana pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(IAN/ANTARA)

Jambi Geger, Seorang Ibu Dihamili Anaknya

Peristiwa amoral ini terjadi di Jambi. Seorang ibu hamil akibat berhubungan dengan anak kandungnya sendiri. Perempuan 35 tahun itu kini mengandung delapan bulan.

Peristiwa ini menghebohkan warga Karang Solok, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi. Perempuan bernama St itu juga anak laki-lakinya, Fy (16), diamankan di kantor polisi. “Ini dilakukan untuk menghindari tindakan anarkis dari warga sekitar,” kata Kapolsek Kumpeh Ulu Jambi Iptu H Batubara, Rabu (23/7).

Kejadian yang membuat malu warga desa itu terungkap setelah ada laporan dari kepala desa. Ia mencurigai St yang hamil tua, sementara perempuan itu sudah menjanda selama 15 tahun.

Setelah diselidiki warga, ternyata kehamilan St tersebut akibat berhubungan intim dengan Fy, anak kandungnya sendiri. Hasil pemeriksaan sementara dan dari pengakuan kedua pelaku terungkap, keduanya melakukan perbuatan bejat itu atas dasar suka sama suka. Masing-masing mengaku tidak dipaksa.

Mereka mengaku melakukan hubungan suami istri sebanyak empat kali. Semuanya berawal ketika Fy sering melihat film porno melalui ponsel. Film-film itu juga diperlihatkan kepada ibunya.

Untuk sementara, penyidikan kepolisian mengarah kepada St. Ia dikenai Pasal 262 KUHP tentang mencabuli anak sendiri. Namun, Fy pun diperiksa secara intensif meski masih di bawah umur atau belum dewasa.

“Kejadian langka itu memerlukan penyidikan yang cukup hati-hati guna menegakkan keadilan, mengingat keduanya satu keluarga dan anak beranak,” kata Kapolsek H Batubara.

sumber : Kompas.com