software

Dapatkan CrossOver untuk Mac & Linux Gratis Hari ini

Lame Duck ChallengeCrossOver adalah versi komersiil dari WINE, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan banyak aplikasi Windows di OS berbasis Mac ataupun Linux — dan hari ini Anda dapat mengunduh aplikasi ini secara bebas biaya.

Jeremy White CEO CodeWeavers, pengembang CrossOver pada awal tahun ini berjanji untuk membagikan CrossOver secara gratis apabila presiden AS George Bush dapat memenuhi salah satu dari beberapa syarat perekonomian yang kelihatannya hampir mustahil dilakukan sebelum menyerahkan jabatan presiden kepada kandidat selanjutnya dalam tantangan yang disebut Lame Duck Challenge:

  • Mengurangi harga minyak
  • Mengurangi harga makanan
  • Mengurangi tingkat pengangguran
  • Mengurangi harga rumah
  • Menangkan Osama Bin Laden

Syarat yang telah terpenuhi adalah pengurangan harga bensin, White baru-baru ini mengisi mobilnya dengan bensin seharga $2,79 per galon.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan CrossOver gratis Anda hari ini dapat mengunjungi halaman CodeWeavers untuk mengunduh CrossOver untuk Mac ataupun Linux. CodeWeavers juga menyediakan CrossOver versi game yang mendukung berbagai game populer Windows ke Mac atau Linux. Walaupun CrossOver belum mendukung semua aplikasi yang ada di Windows, aplikasi tersebut mendukung beberapa program yang tidak didukung WINE yang open source.
CrossOver Games

Produk-produk Codeweavers biasanya dibanderoli $40 jadi jangan sampai kehilangan kesempatan ini! Kunjungi situs CodeWeavers sekarang juga! (Download Squad)

BMW Pelopori Proyek Open Source untuk Mobil

BMW, produsen mobil mewah asal Jerman tengah mengembangkan sebuah platform open source untuk kendaraan. Dengan menggunakan solusi open source, BMW bertujuan memungkinkan para penyedia layanan infotainment untuk mengembangkan aplikasi plug and play yang dapat digunakan dalam kendaraan, mengatakan bahwa mereka akan mulai mengemas platform open source ke dalam lebih dari 200.000 kendaraan dalam lima hingga tujuh tahun mendatang. Sistem open source berbasis Linux BMW ini dibuat bersama Intel dan Wind River Systems, dan IBM mengundah para produsen kendaraan lain untuk turut berpartisipasi mengembangkan sistem ini.

Walaupun dianggap menarik, empat anggota panel diskusi di konferensi Convergence 2008 Chrysler, Ford Motor, General Motors dan Honda masih akan mempelajari usulan ini lebih lanjut.

Gunter Reichart, VP divisi driver assistance, body electronics and electrical networks BMW mengatakan bahwa mereka “yakin kami harus mengembangkan sebuah platform terbuka yang memungkinkan penggunaan perangkat lunak terbuka karena perkembangan industri infotainment dan hiburan mengharuskan kita untuk melakukan pengembangan dengan jauh lebih cepat. Kami mengundang OEM lain untuk bergabung dan bertukar pikiran dengan kami.”

General Motors tengah mempertimbangkan rute open source ini, mengatakan bahwa keputusan ini “akan diputuskan dalam enam hingga dua belas bulan mendatang. Ini adalah kesempatan yang sangat besar untuk kami. Saya merasa proyek ini dapat memajukan pengembangan perangkat lunak dan membawa inovasi ke kendaraan. Secara pribadi, saya bersedia. Sebagai perusahaan, masih banyak hal yang perlu dipelajari di sini, termasuk bagaimana kami menginvestasikan dan mendukung strategi ini.”

Andreas Schell, VP electrical/electronics engineering core setuju bahwa mereka perlu menjalani rute open source, akan tetapi mereka meng-inginkan adanya “aplikasi standar seperti sebuah software development kit (SDK0 yang dapat ditawarkan kepada pengembang lain.”

Jim Buczkowski, direktur divisi global electrical and electronics systems engineering Ford mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Microsoft yang mengembangkan sistem Sync yang telah dipakai di 280.000 kendaraan yang memiliki sistem terbuka. Buczkowski memang tidak familiar dengan apa yang tengah dikembangkan BMW, “akan tetapi apabila prinsipnya adalah menciptakan lingkungan di mana banyak pengembang memiliki kapabilitas untuk mengembangkan aplikasi, saya berpendapat kita semua memiliki tujuan akhir yang sama, tidak peduli apakah berbasis Linux atau Windows.”

Toyohey Nakajima, senior chief engineer di Honda R&D mengatakan bahwa Honda juga menggunakan sistem berbasis Windows. Akan tetapi untuk memungkinkan pengembang luar untuk mengembangkan aplikasi plug and play, para produsen harus memastikan adanya firewall yang cukup untuk mencegah aplikasi mengakses sistem-sistem lain dalam kendaraan.

Memang tidak ada yang menyukai aplikasi penuh bug di PC, akan tetapi di kendaraan, sebuah bug kecil juga berpotensi berakibat fatal untuk pengguna. (AutoNews)

Microsoft Rilis Windows Azure di PDC

Logo Windows AzureHal pertama yang dilakukan Microsoft di konferensi Professional Developers Conference bukanlah memberikan detil lengkap tentang Windows 7, melainkan memperkenalkan sebuah operating sistem (OS) untuk cloud computing, dinamakan Windows Azure. Sebelumnya pernah disinggung Steve Ballmer sebagai “Windows Cloud,” Windows Azure menjadi basis dari layanan hosting yang memberi kemudahan bagi para pengembang untuk mengoperasikan aplikasinya di infrastruktur cloud computing berbasis Windows — dinamakan Azure Services Platform.

Windows Azure berperan sebagai pondasi dari Azure Services Platform yang membantu para pengembang membuat aplikasi cloud computing — jadi apabila Anda bukan seorang pengembang, pengumuman ini mungkin tidak terlalu berarti untuk Anda, hanya berarti Microsoft juga sudah mulai memasuki dunia cloud computing. Windows Azure bukanlah sebuah OS untuk digunakan pengguna biasa, mereka akan tetap menggunakan Windows 7, penerus Windows Vista.

Microsoft bukanlah perusahaan besar pertama yang menawarkan layanan seperti ini, Amazon sudah sejak dulu menawarkan infrastruktur cloud computing murah dengan layanan Amazon EC2 dan Google App Engine. Bedanya, menggunakan Azure Services Platform memberikan keterbatasan serius bagi banyak pengembang untuk mengembangkan aplikasi menggunakan hanya teknologi yang didukung Microsoft seperti IIS dan .NET.

Menurut Amitabh Srivastava, Corporate VP Microsoft yang merupakan salah satu pengembang kunci Windows Azure adalah sebuah infrastruktur berskalabilitas tinggi untuk mengoperasikan aplikasi berbasis Microsoft, menawarkan berbagai jenis layanan termasuk virtualisasi, penyimpanan dan jaringan dan banyak lagi, semuanya dioperasikan dalam data center global milik Microsoft. Beberapa komponen utama dari Azure Services Platform adalah:

  • Windows Azure sebagai server dan untuk keperluan manajemen penyimpanan, komputasi dan jaringan
  • Microsoft SQL Services untuk layanan database
  • Microsoft .NET Services yang merupakan implementasi dari .NET di cloud
  • Live Services untuk berbagi, menyimpan dan mensinkronisasikan dokumen, foto dan file di berbagai PC, ponsel dan situs (mirip dengan Live Mesh mungkin?)

Selain itu, Microsoft juga menawarkan sebagian besar dari aplikasi korporat-nya Microsoft Online Services untuk dipakai sebagai layanan berbayar. Berbagai produk terkenal Microsoft seperti Exchange Online, SharePoint Online, Microsoft Dynamics CRM Online, Office Communication Online dan Office Live Meeting untuk digunakan pengguna tanpa harus dipelihara sendiri oleh perusahaan.

Dan mengapa Microsoft kini juga mulai mengusung paradigma cloud computing? Kalau tidak salah ingat, CEO Microsoft Steve Ballmer beberapa tahun lalu merupakan salah satu orang yang paling keras mengecam cloud computing, menuduh Google sebagai mengeluarkan Chrome sebagai “OS untuk aplikasi web” tetapi tetap saja dioperasikan di Windows. Tinggalkan pendapat Anda melalui komentar di bawah ini.

Anda dapat membaca pengumuman resmi Microsoft di sini.

Windows Vista SP2 Beta Keluar Minggu Ini

Logo VistaWalaupun Microsoft akan mengutamakan promosi Windows 7 dan Strata (Windows Cloud) di PDC minggu ini, mereka juga belum melupakan Windows Vista. Tim pengembang Windows Vista mengatakan bahwa mereka akan merilis versi beta dari Windows Vista SP2 pada hari Rabu tanggal 29 Oktober.

Selain mengemas berbagai perbaikan stabilitas, kinerja dan kompatibilitas seperti halnya semua service pack Windows sebelumnya, Vista SP2 juga akan mengantarkan dukungan terhadap perangkat keras baru dan berbagai fitur:

  • Vista SP2 menambahkan Windows Search 4.0 yang mempercepat dan meningkatkan relevansi pencarian
  • Mengemas Bluetooth 2.1 Feature Pack yang mendukung spesifikasi Bluetooth terbaru
  • Kapabilitas untuk merekam data dalam Blu-ray secara default
  • Menambahkan Windows Connect Now (WCN) untuk memudahkan konfigurasi wifi
  • Vista SP2 memungkinkan filesystem exFAT untuk mendukung sinkronisasi file di zona waktu yang berbeda

Tanggal pasti perilisan versi final dari SP2 masih belum diketahui, Mike Nash di blog Windows Vista hanya mengatakan bahwa “tanggal perilisan akhir untuk Vista SP2 akan ditentukan berdasarkan kualitas” — tentunya Microsoft tidak menginginkan Vista SP2 untuk menimbulkan kerusakan di komputer pengguna seperti yang terjadi saat Vista SP1 pertama kali dirilis.

Catatan: Vista SP2 hanya dapat diinstal pada Windows Vista yang sudah terlebih dulu memiliki SP1.

hardware

Dell Umumkan Netbook Super Tipis Inspiron 12

Di acara jumpa pers Dell di Shanghai, Dell memperlihatkan produk netbook terbarunya yang selain sangat tipis juga merupakan produk netbook dengan ukuran layar terbesar dunia — Dell Inspiron 12 yang merupakan saudara kandung dari netbook Inspiron 9. Sesuai namanya, Dell Inspiron Mini 12 memiliki layar berukuran 12 inci, sebenarnya sudah pantas disebut sebagai sebuah laptop, walaupun Dell tetap bersikeras menyebut produk ini sebagai netbook, menjadikan produk ini “netbook” terbesar di dunia.
Dell Inspiron 12 Tampak Depan

Dell Inspiron 12 tampak samping

Inspiron Mini 12 sudah mulai dijual di Jepang dengan peluncuran “global” (walaupun dikatakan global, mereka hanya mengatakan Australia, Amerika dan Eropa) pada bulan November dengan harga mulai dari $600. Produk ini dirancang untuk pengguna yang sering bepergian dan gemar menjelajah web dengan spesifikasi utama:

  • Layar 12,1 inci WXGA
  • Menggunakan prosesor Intel Atom ‘Silverthorne‘ Z520 (1.3GHz) atau Z530 (1.6GHz) yang sebenarnya didesain untuk MID (mobile internet devices) dan bukan netbook
  • Windows Vista Home Basic (versi Ubuntu dan XP akan menyusul)
  • Mengemas webcam
  • 1GB RAM
  • Hard disk 60 atau 80GB

Walaupun tidak akan memiliki kinerja yang sebanding dengan produk seperti MacBook Air, terutama setelah dipersenjatai dengan chipset 9400M buatan NVIDIA, dengan harga jual murah produk ini berpotensi menjadi solusi ideal bagi Anda yang membutuhkan laptop portabel dengan harga murah. Fakta bahwa Inspiron 12 juga memiliki tampilan modis dan sangat tipis juga tentu saja merupakan satu lagi nilai jual besar saat ini, di mana para vendor laptop berlomba untuk membuat laptop-laptop tipis dengan desain menarik.

Kunjungi APCMag untuk ulasang lengkap netbook baru dari Dell ini. (via BusinessWire)

Intel Aplikasikan Teknologi Pendingin Jet Pada Laptop

Intel ingin memastikan agar laptop tetap dapat dipakai sesuai namanya — dipangku dengan nyaman di atas pangkuan pengguna. Dalam mengantisipasi datangnya berbagai macam laptop super tipis tahun depan, Intel memperlihatkan sebuah teknologi pendingin untuk memastikan laptop yang tidak memiliki rongga udara besar tetap dapat beroperasi dalam keadaan dingin.

Menurut Mooly Eden, teknologi pendingin pada laptop ultra tipis hari ini menitik beratkan pada pencegahan meningkatnya temperatur komponen internal laptop dan tidak banyak mengambil aliran udara dari luar.

Eden mengatakan bahwa “saat Anda merancang laptop yang sangat tipis, teknologi pendingin adalah sebuah tantangan besar. Apabila Anda memangku laptop di pangkuan, laptop sering terasa tidak nyaman, terlalu panas.” Mempertahankan temperatur rendah pada laptop adalah tantangan terbesar dalam merancang laptop super tipis seperti MacBook Air atau HP Voodoo Envy 133. “Apabila masalah ini tidak terselesaikan, laptop tidak dapat dibuat semakin tipis,” lanjut Eden.

Eden kemudian memperlihatkan sebuah animasi mesin jet untuk mendemonstrasikan argumennya. Bagian dalam sebuah mesin jet dapat mencapai 1.000 derajat celsius, akan tetapi rangka luar dari mesin jet harus tetap dingin karena terhubung langsung ke sayap pesawat terbang yang menyimpan bahan bakar. Untuk menjauhi panas mesin dari sayap, teknologi pendingin laminar air cooling diterapkan. Laminar flow mendeskripsikan keadaan di mana cairan — atau udara mengalir dalam beberapa lapisan parallel.
Teknologi pendingin mutakhir Intel

Intel mendemonstrasikan sebuah sistem yang menggunakan teknologi laminar air flow untuk menghilangkan panas dari permukaan laptop, dan mereka “sudah melisensikan teknologi ini kepada beberapa pelanggan agar mereka dapat terus membuat laptop yang semakin tipis.”

Dalam acara yang sama, Intel juga mendiskusikan platform laptop Intel yang akan datang Calpella yang dibuat berdasarkan Nehalem. Eden menekankan bahwa controller grafis maupun memori sudah akan terintegrasi ke dalam CPU. Calpella juga mampu dengan leluasa mematikan/menghidupkan kembali core CPU sesuai kebutuhan. Fitur ini sangat penting untuk mempertahankan daya tahan baterai pada laptop berbasis Calpella quad core. (via Cnet)